A Jar of Hearts

A Jar of Hearts

Karin menatap bingung toples bening besar di hadapannya. Toples berpita ungu keperakan itu berlabel “A Jar of Hearts”. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru, namun tak ada satupun orang yang bisa ia tanyai tentang kepemilikan toples itu. Matanya masih mengerjap-ngerjap, bingung, heran sekaligus terharu. Ia memeluk toples itu, lalu masuk ke dalam honda city miliknya. Angga mengintip momen itu dari balik kemudinya. Ada desir bahagia yang menguar dari hati, melesat sampai ke ujung-ujung saraf di sekujur tubuh pria itu. Semoga ia menyukainya.

***

            Karin memutuskan membuka toples itu. Di dalamnya ternyata berisi compound chocolate berbentuk hati yang dibungkus kertas berisi tulisan. Dosis pemakaian : 3 x 1 hari. Ia tersenyum membaca etiket yang ditulis dengan blink pen warna merah tua. Ia mulai membaca satu persatu tulisan itu.

Kamu tidak perlu membiarkan dunia tahu kecantikanmu, karena dengan begitu hanya aku yang sadar betapa indahnya dirimu.

Aku terlalu takut menatap matamu. Aku takut semakin aku menatap cahaya di matamu, semakin aku terperosok jauh dalam  cintamu. Tapi aku lebih takut kehilanganmu, karena jika itu terjadi, duniaku menggelap.

Alasanku mencintaimu karena kamu membuatku mencintai tanpa alasan.


            Karin tersenyum membaca tiap tulisan itu sembari melumat habis cokelat berbentuk hati tersebut yang ternyata berisi dried fruits, kacang mede dan kismis. Enak sekali. Ia baru sadar ada orang yang menyukainya tak terperi. Siapa orang itu? Ia masih bertanya-tanya dalam hati.

Tepat saat ia ingin membuka cokelat keeenam, ponselnya bergetar.

Lihatlah aku, ketahuilah keberadaanku, terimalah perasaanku.

Bi Ijah dengan tergopoh-gopoh membuka pintu kamar. “ Non, ada orang yang minta non liat ke balkon,” Karin pun spontan beranjak menuju balkon tepat di depan kamarnya.

Tidak ada siapa-siapa. Karin yakin Bi Ijah tidak salah liat. Tapi mengapa tidak ada siapapun? Ini pasti ulah orang iseng, batinnya.

“Karin!” Teriaknya. Karin menoleh dan mendapati tujuh belas balon hati terbang, merapat ke pinggir balkonnya. Ada sebuah kantong beledu pada ujung tali yang diikatkan ke balon-balon itu. Apa lagi ini?

Angga segera bersembunyi di balik pepohonan di seberang jalan, berusaha menetralkan degup jantung yang sedari tadi kacau-balau, lalu segera mengabadikan senyum Karin dalam bidikan DSLR-nya.

***

            Karin kembali terperangah dengan apa yang terjadi hari ini. Semua terasa seperti mimpi. Mimpi yang selama ini ia kubur jauh-jauh dari sel otaknya. But it’s real. Seorang pria mengaguminya. Ah, pria ini manis sekali. Ia lalu membuka kantong beledu itu dan melongok ke dalamnya. Flashdisk?

Ia mengambil laptop putih di meja belajarnya, tak sabar melihat isi flashdisk itu dan berharap dalam hati semoga ini bukan kiriman virus.

Terkejut, ia mendapati folder berisi foto-foto, video dan kumpulan puisi. Ia membuka tiap file dalam flashdisk itu. Jemarinya lalu men-click and drag mouse putihnya, membuka video yang terselip diantara file lainnya. Mungkin ini petunjuk baginya untuk mengetahui siapa dalang di balik semua hal romantis hari ini.

Video itu gelap, tak ada siapa-siapa di dalamnya. Tiba-tiba suara seorang lelaki terdengar dari video itu.

“Gelap? Tahukah kamu seperti inilah hatiku jika tanpamu? Kosong. Hampa. Gelap. Jadi, maukah kamu berbagi cahaya bersamaku? Menerangi sudut-sudut hati yang layu,”

Lalu,  nampak tulisan “I LOVE YOU” berpendar dalam gelap. Sejurus kemudian, suara pria itu kembali menyentuh gendang telinga Karin.

“Tapi yang perlu kamu ketahui adalah bahkan di dalam gelappun, kamu bisa menemukan bahagia.”

Karin tak peduli siapapun pria ini, ia akan menerimanya.

 

-tulisan ini aku ikutkan dalam lomba “ceritain cinta” public-event –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s