I’m a Coward Who Fall in Love

Aku ingin mengenalmu lebih jauh. Merasakan aroma vanilla yang menguar dari rambutmu lebih dekat. Menikmati guliran senyummu lebih nyata, bukan dari bidikan kamera. Aku sudah lelah menyimpan rasa ini terlalu lama.Tiga tahun mengamatimu dari kejauhan bukan waktu yang sebentar. File imajimu sudah hampir memenuhi memori laptop-ku, tapi aku tak pernah tahu apakah bayanganku melintas di pikiranmu sekali saja. Ribuan puisi, lirik lagu tercipta karenamu, tapi tak pernah bisa kuutarakan padamu. I’m a  coward.

Lalu kuberanikan diri mendekatimu, mencari cara agar aku bisa mendapatkanmu. Apapun resikonya, apapun yang terjadi, aku harus berusaha memilikimu. Bukankah cinta dihadirkan untuk mereka yang siap patah hati, bukannya untuk mereka yang rela menanggung rindu?

Itu dia. Gadis berambut panjang yang diam-diam kukagumi tiga tahun terakhir. I must do it now or never! Langkah kakiku yang gemetar setara dengan degup jantung yang tak karuan.

            “Ri? Kamu jualan pulsa? Aku mau ngisi nih..”ujarku terbata.

            “Masih kok, nomormu berapa? Masukin aja dulu…”Riana menyerahkan ponselnya padaku. Secepat kilat kucari menu settings, menghidupkan bluetooth dan membuatnya pairing dengan bluetooth-ku.

            “Makasih,”gumamku seraya mengembalikan ponselnya dan menyerahkan selembar lima puluh ribuan dan lima ribuan . Ia tersenyum singkat lalu kembali berbicara dengan teman- temannya. Saat berbalik, jemariku sibuk menekan touchscreen, mengirimkan file mp3 rekaman suaraku. Sent.

Riana merasakan ponselnya bergetar. A file is received. Ia mengambil headset , lalu mendengarkan file nyasar itu. Samar-samar terdengar suara laki-laki dengan petikan gitar.


Turn Around

Turn Around and fix your eye in my direction

So there is a connection

I can’t speak

I can’t make a sound to somehow capture your attention

I’m staring at perfection

take a look at me so you can see

how beautiful you are
you call me a stranger

you say I’m a danger

but all these thoughts are leaving you tonight

I’m broke and abandoned

you are an angel

making all my dreams come true tonight

Tanpa ia sadari, senyum mengembang seiring petikan gitar sang lelaki dalam rekaman suara itu. Siapa gerangan? Ia menoleh ke sekeliling dan tak menemukan jawaban atas pertanyaannya. Beberapa detik kemudian ia merasakan ponselnya bergetar lagi. Kali ini bukan lagu, melainkan suara laki-laki tadi!

            “I’m a coward. Aku tidak berani berterus terang padamu. Aku hanya ingin kau tahu apa yang kurasa selama ini. Kamu mungkin tidak tahu siapa aku, tapi aku benar-benar mengenalmu. Aku hanya ingin kamu tahu seberapa dalam perasaanku padamu. Jika kamu ragu, coba buka www.mylovelyriana.wordpress.com dan jika kamu menerimaku, kamu akan menerima ajakanku kencan malam ini,”

Riana segera mengambil tablet di dalam tasnya, membuka blog yang kusodorkan.

Blog itu kupenuhi dengan imajinya. Tentu kuambil tanpa sepengetahuannya. Setiap imaji memiliki cerita tersendiri yang kuselipkan diantaranya. Salah satunya tentang teru-teru bozu[1].

            “Wahai teru-teru bozu, jadilah kamu penangkal hujan di matanya. Agar tak pernah ada elegi di ujung matanya. Aku sungguh mencintainya.”

Riana terhenti pada posting-an terakhir yang ku-upload.

            “Ini bukan tentang kamu semata, ini tentang cinta. Karena cinta yang membuat mataku selalu tertuju padamu. Hanya padamu. Karena cinta yang membuatku terus menerus mencandu senyummu. Karena cinta yang membuatku selalu memimpikanmu. Aku mencintaimu. Terlalu mencintaimu hingga aku tak tahu lagi sudut hati mana lagi yang harus kujejali agar kamu tak hilang dalam rasa itu. Maukah kamu menemaniku menikmati sisa hidup? Aku tak pernah menuntut banyak, selagi kamu bahagia, aku akan merasakan hal yang sama pula. Tapi, salahkah aku jika aku ingin menggenggammu? Salahkah aku jika aku ingin memilikimu? Bisakah bahagiamu denganku?  ”

Riana pun mengiyakan dalam hati. Dan seperti pada kisah-kisah romantis, kisah inipun berakhir bahagia. Ralat, kisah ini tak berakhir bahagia, karena cinta sejati takkan ada akhirnya.


[1] boneka tradisional Jepang yang terbuat dari kertas atau kain putih yang digantung di tepi jendela dengan menggunakan benang dan diyakini memiliki kekuatan ajaib yang mampu mendatangkan cuaca cerah dan menghentikan atau mencegah hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s