Almost is Never Enough

Hari ini hari bahagiamu. Jika saja kamu bertemu denganku terlebih dahulu,akankah ikrar sehidup semati itu kau ucapkan di gendang telingaku? Kamu tahu? Hal yang menyakitkan adalah harus berpura-pura bahagia melihatmu bersanding dengan orang lain. Aku hancur. Aku terluka.

Kita memang tidak pernah mengenal kata cinta. Kata itu hanya menguap saja diantara butiran kenangan kita. Karena kita terlalu sibuk menjaga hati masing-masing. Karena kita hanya memikirkan cara agar hati tak terluka. Tapi, tahukah kamu, sayang? Semakin kita berusaha mengingkari rasa itu, semakin kita terjebak dalam lingkaran elegi. Karena cinta dihadirkan untuk mereka yang siap patah hati, bukan untuk mereka yang berusaha menanggung rindu.

Kita tidak pernah berani menyentuh pembatas rindu. Aku tahu, jika kita memberitahukan pada dunia, dunia akan terluka. Tapi, aku sudah terlalu lelah menyimpan rindu selama ini. Aku sudah lelah berpura-pura tak mengenalmu. Aku sudah lelah menjadi orang lain. Jarak kita begitu dekat, sekaligus terasa amat jauh.

Kamu tahu? Hampir mencintaimu tidak pernah cukup untukku. Hampir memilikimu tidak pernah cukup bagiku. Almost is never enough.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s