Kamu, Si Pengeja Rinai Hujan

Biarkan hujan meruntuhkan kekecewaan yang menumpuk di sudut hati.

Agar aku bisa menyesap sedikit saja oksigen untuk bertahan.

Karena kamu yang kuanggap berarti, malah membuatku jadi tak berarti.

Aku tahu aku memang tak pantas untukmu.

Aku tahu segala hal tentangku tak membuatmu bahagia.

Tapi jangan pernah kau biarkan rasa itu tumbuh.

Jangan kau biarkan bunga di hati ini bermekaran.

Jika pada akhirnya, kau akan menggugurkan.

Jika pada akhirnya, kebohonganmu tak cukup lama bertahan dariku.

Hentikan saja semua omong kosong ini.

Agar aku bisa melihat pada yang seharusnya kulihat.

Kejarlah dia, asal kamu bahagia.

Kini semua terserah pada pilihan hatimu.

Aku kini sadar, aku telah menjatuhkan hati pada orang yang (benar-benar) salah.

Dan mungkin ini saatnya untuk mengucap selamat tinggal.

Selamat tinggal, kamu.

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s