Captivating Me

Ya Tuhan.
Aku tidak tahu lagi bagaimana diriku.
Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang ada pada jalan pikiranku.
Aku menyukainya tak terperi.
Semua terasa serba otomatis.
Segalanya seperti seharusnya terjadi.
Seakan ini hal yang memang mesti ada.
Aku sungguh tidak mengerti, Tuhan.
Aku mungkin sudah terlalu tenggelam dalam rasa itu.
Atau mungkin dia yang sudah sedemikian rupa menawan hatiku hingga aku terjerat didalamnya.
Hingga logika dan angan seakan menyatu.
Tuhan.
Pintaku pada-Mu hanya satu.
Buat aku tahu mana yang harus aku lakukan.
Dan satu tanyaku pada-Mu, Tuhan.
Haruskah ada kata “berhenti” dalam proses memujanya?

secret

saat aku sadar, mencintai tak semudah mengagumi dedaunan maple di musim gugur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s